Pengertian Penyakit Addison, Penyebab, dan Pencegahan Penyakit Addison

Pengertian Penyakit Addison, Penyebab, dan Pencegahan Penyakit Addison

Penyakit addison adalah gangguan endokrin yang jarang  terjadi dengan angka kejadian sebanyak 1 dari 100.000 orang dan menyerang laki-laki dan perempuan dengan porsi seimbang. Penyakit addison terjadi saat kelenjar adrenal tidak memproduksi hormon kortisol cukup banyak. Inilah mengapa penyakit Addison juga sering disebut insufisiensi adrenal atau hiperkortisolisme.

Kostisol normalnya dipoduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak diatas ginjal. Tugas kortisol yang paling penting adalah membantu tubuh menanggapi stres, yaitu sebagai berikut :

  • Membantu menyeimbangkan efek insulin dalam mmemecah gula menjadi energi
  • Membantu mempertahankan tekanan darah dan fungsi kardiobaskular
  • Membantu metabolisme protein, karbohidrat dan lemak
  • Membantu meredakan respon radang dari sistem daya tahan tubuh

Mengingat perannya yang sangat penting bagi tubuh, hormon kortisol yang diproduksi harusnya seimbang dan tepat. Jika keseimbangan ini terganggu, stabilitas tubuh pun terganggu dan dapat mengancam jiwa.

Gejala Penyakit Addison

Gejala penyakit addison biasanya muncul secara bertahap dan berkembang dalam beberapa bulan. Karakteristik dari penyakit ini adalah rasa lemas (fatigue) yang berkepanjangan dan memburuk, kelemahan otot, turunnya nafsu makan, dan turunnya berat badan. Selain itu, gejala-gejala lain yang dapat ditemukan pada pengidap penyakit addison adalah :

  • Rambut rontok.
  • Mual, muntah dan diare
  • Keinginan untuk makan garam
  • Nyeri sendi dan otot
  • Iritabilitas
  • Kadar gula darah rendah
  • Tekanan darah rendah, yang dapat menyebabkan pingsan
  • Nyeri perut
  • Disfungsi seksual pada wanita

Penyebab Penyakit Addison

Kegagalan untuk menghasilkan tingkat kortisol yang memadai atau insufisiensi adrenal dapat terjadi karena berbagai alasan. Penyebab pun terhadi karena gangguan kelenjar adrenal itu sendiri (insufisiensi adrenal primer) atau kurangnya sekresi ACTH (adrenokortikotropik) oleh kelenjar pituitari

-Insufisiensi Adrenal Primer

Sebagian besar kasus penyakit addison disebabkan oleh penghancuran korteks adrenal, lapisan kuar kelenjar adrenal oleh sistem kekebalan tubuh sendiri (autoimun). Kerusakan ini terjadi secara betahap. Sekitar 70 persen kasus penyakit Addison yang dilaporkan disebabkan oleh gangguan autoimun, dengan ciri sitem kekebalan membuat antibodi yang menyerang jaringan atau organ tubuh sendiri dan secara perlahan menghancurkannya.

Insufisiensi adrenal terjadi ketika setidaknya 90 persen dari korteks adrenal telah dihancurkan. Akibatnya, baik produksi glokokorikoid maupun mineralokortikoid menjadi kurang. Pada beberapa kasus hanya kelenjar adrenal yang terpengaruh, seperti pada insufisiensi adrenal idiopatik, tetapi kadang-kadang kelenjar lain juga terpengaruh seperti pada sindrom defisiensi polyendocrine.

Sindrom defisiensi poliendokrin diklarifikasi menjadi dua bentuk terpisah yang di sebut sebagai tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 terjadi pada anak-anak, insifisiensi adrenal dapat di sertai oleh kelenjar paratiroid yang kurang aktif, perkembangan seksual yang lambat, anemia pernisiosa, infeksi candida kronis, hepatitis aktif kronis, dan dalam kasus yang sangat jarang, rambut rontok. Tipe 2 sering disebut Sindrom Schmidts, biasanya menimpa orang dewasa muda. Fitur tipe 2 dapat termasuk kelenjar tiroid yang kurang aktif, perkembangan seksual yang lambat, dan diabetes melitus. Sekitar 10 persen pasien dengan tipe 2 memiliki vitilingo, atau kehilangan pigmen pada area kulit.

Tuberkulosis (TB) menymbang sekitar 20 persen kasus insufisiensi adrenal primer di negara maju. Ketika insudiensi adrenal pertama kali diindentifikasi oleh Dr. Thomas Addison pada tahun 1849, TB ditemukan pada otopsi pada 70 hingga 90 persen kasus. Karena pengobatan untuk TB membaik, insufisiensi adrenal karena TB pada kelenjar adrenalin telah sangat menurun.

Penyebab kurang umum insufisiensi adrenal primer adalah infeksi kronis, terutama infeksi jamur, sel kanker menyebar dari bagian lain tubuh ke kelenjar adrena, amyloidosism dan operasi pengangkat kelenjar adrenal.

Insufisiensi Adrenal Sekunder

Bentuk penyakit Addison berawal dari kurangnya ACTH, yang menyebabkan penurunan produksi kelenjar adrenal dari kortisol, namun tidak memengaruhi aldosteron, Salah satu bentuk sementara ketidak cukupan adrenal sekunder dapat terjadi ketika seseorang yang telah menerima hormon glukokortikoid seperti prednison untuk waktu dan lama tiba-tiba berhenti.

Hormon Glukokostikoid, yang sering digunakan untuk mengobati penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, asmam atau kolitis elserativa, memblokir pelepasan caticotropin-releasing hormone (CRH) dan ACTH. Normalnya, CRH menginstruksikan kelenjar pituitari untuk melepaskan ACTH, maka jika kadar CRH menurun, hipofisis tidak mendapat rangsangan untuk melepaskan ACTH, sehingga kelenjar adrenal kemudian gagal mengeluarkan tingkat kortisol yang cukup.

Penyebab lain dari insufisiensi adrenal sekunder adalah operasi pengangkatan tumor jinak atau kelenjar kanker hipofisis (penyakit cushing). Dalam hal ini, sumber ACTH tiba-tiba dihapus dan terapi pengantian hormon harus diberikan sampai ACTH dan produksi kortisol kembali normal. Meskipun jarang, insufisiensi adrenal dapat terjadi ketika kelenjar pitutaru mengecul ukurannya atau berhentu memproduksi ACTH. Ini bisa terjadi akibat tumor atau infeksi di daerah tersebut, hilangnya aliran darah ke hipofisis, radiasi untuk pengobatan tumor hipofisis, atau operasi pengangkatan bagian-bagian hipotalamus atau kelenjar pitutari selama bedah saraf di daerah-daerah ini.

Pencegahan Penyakir Addison

Pencegahan penyakit Addison lebih tefokus pada meredakan gejala dan mencegah krisis Addisonian yang dipicu di lingkunga  dengan tingkat stres tinggi. Mencegah gangguan ini pada dasarnya dilakukan dengan cara mengobati kondisi yang mendasarinya dan membatasi faktor risiko, contohnya dengan cara:

  • Identifikasi gejala kanker untuk mencegah penyebaran sel ke kelenjar adrenal dan aliran darah.
  • Mengontrol diabetes
  • Mengobati infeksi jamur
  • Mengobati infeksi bakteri seperti tuberkulosis

Leave a Comment