Pencegahan Dan Pengobatan Pada Anak

Apotik Hidup Herbal Manfaat Pengobatan Secara Tradisional Penyakit Uncategorized

Pengertian Demam Pada Anak

 Jika demam pada orang dewasa terjadi saat suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius, demam pada bayi dan anak-anak terjadi saat suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius hingga lebih. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu tubuh dan daya tahan antara orang dewasa dengan bayi atau anak-anak. Demam justru baik karena itu adalah pertanda bahwa tubuh Si Kecil sedang melawan infeksi. Namun, demam pada anak juga bisa diakibatkan oleh penyakit tertentu. Demam harus diukur dengan termometer dan tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orang tua saja.

Faktor Risiko Demam Pada Anak

  • Anak-anak yang sudah sekolah, karena sering melakukan kontak langsung dengan banyak orang yang mungkin di antaranya sedang tidak sehat.
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Anak-anak yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penyebab Demam pada Anak

  • Pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis
  • Lingkungan yang panas
  • Infeksi darah (septikemia)
  • Infeksi dan radang pada selaput otak (meningitis)
  • Infeksi dan radang pada paru-paru (neumonia)
  • Infeksi saluran kemih
  • Malaria
  • Demam berdarah
  • Cacar air
  • Tifus
  • Disentri
  • batuk rejan
  • Infeksi ginjal
  • Diare akibat makanan yang terkontamibasi kuman (gastreontritis).
  • Virus roseola
  • Efek samping imunisasi tertentu
  • Infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Infeksi dan radang pada telinga (otitis).
  • Infeksi dan radang pada amandel (tonsillitis).
  • Infeksi dan radang pada sinus (sinusitis).

Gejala demam pada Anak

  • Mudah marah, rewel, dan lesu.
  • Suhu tubuh mencapai 37 derajat  celcius atau lebih
  • Nafsu makan menurun.
  • Menangis lebih sering.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.
  • Mengalami kejang.
  • Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.
  • Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.
  • Tidur lebih lama atau mengalami kesulitan tidur.

Beberapa gejala berikut juga bisa terjadi bersamaan dengan demam:

  • Tubuh menjadi lebih lemas dan kesadaran menurun.
  • Menjadi sensitif terhadap cahaya terang.
  • Reaksinya kurang responsif.
  • Lebih sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.
  • Mengalami kebingungan.
  • Mengalami gangguan dalam bernapas.
  • Mengalami gejala-gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.
  • Muntah-muntah disertai sakit kepala atau leher yang terasa kaku.
  • Bagian dalam dari bibir atau kulit terlihat pucat atau mulai membiru.
  • Mengalami sakit pada bagian dalam telinga.
  • Nyeri pada perut atau nyeri ketika buang air kecil.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Demam tinggi yang disertai ruam.
  • Mengalami muntah atau diare yang terus menerus dan tidak kunjung mereda.
  • Pembengkakan tenggorokan.

Komplikasi Demam Pada Anak

  • Dehidrasi berat
  • Penurunan kesadaran atau halusinasi
  • Kejang-kejang
  • Penyakit serius yang tidak terdeteksi dan semakin memberat

Pengobatan Demam Pada Anak

  • Cukupi kebutuhan cairan anak, sehingga tidak dehidrasi.
  • Berikan obat penurun demam yang relatif aman untuk anak atau resep dokter sesuai dosis dan petunjuk pemakaian obat.
  • Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman.
  • Gunakan pakaian yang tipis agar panas tubuh dapat keluar.
  • Periksa suhu tubuh anak secara teratur dengan menggunakan termometer.
  • Cukupi kebutuhan istirahat anak.
  • Kompres anak yang demam dengan air hangat.
  • Jaga agar anak tidak kedinginan atau kepanasan.
  • Berikan makanan yang mudah dicerna dan yang disukai anak.

Pencegahan Demam Pada Anak

Orangtua bisa mencegah demam pada anak dengan mengajarkan anak untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di dekat orang sakit.
  • Usahakan bawa hand sanitizer saat bepergian untuk berjaga-jaga bila tidak ada air dan sabun.
  • Biasakan selalu menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.
  • Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang kotor.
  • Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *