Kencur

Tumbuhan berkhasiat obat ini sudah cukup lama dikenal masyarakat kita, walaupun begitu masih jarang petani yang menanamnya di kawasan yang luas. Kebanyakan hanya ditanam di pekarangan rumah atau pot sebagai tanaman Sembilan. Padahal kebutuhan kencur untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, kencur juga merupakan salah satu bahan industri. Kencur sebenarnya bukan hanya untuk membuat jamu-jamuan tapi juga untuk bumbu penyedap masakan, bahkan daun mudanya bisa dimanfaatkan untuk lalapan. Kencur di tanah priangan biasa disebut Cikur, orang Aceh menyebutnya ceuko, di Bali dinamakan cekuh dan di Sulawesi disebut cakuru. Tumbuhan berbatang basah ini termasuk kedalam suku Zingibereceae atau jahe-jahean dengan nama Latin (Kaempferia galanga). Sudah berabad-abad yang lalu tumbuhan berkhasiat obat ini banyak di tanam orang India, Malaysia dan juga di negeri kita. Bila dibandignkan dengan tumbuhan dari suku Jahe-jahean, bentuk tumbuhan kencur berbeda sekali. Yang jelas kencur hampir tak berbatang, tumbuhnya hampir melekat di tanah dan batangnya pendek sekali. Daunnya lebar berbentuk bundar lonjong berujung runcing. Pada musim kemarau daun-daun itu gugur, setiap tanaman berdaun 1-2 helai dan satu rumpun biasanya terdiri atas beberapa tanaman. Bunganya berwarna putih keunguan, kelopak bunga berbentuk tabung, tajuk bunganya berbentuk tabung, rimpang akarnya pendek tumbuhnya berdesak-desakan masing-masing bulat lonjong. Mudah dipatahkan dan mengluarkan getah. Kita mengenal dua jenis kencur, yaitu kencur yang berdaun sempit dan tumbuhnya hampir melekat di tanah serta kencur yang daunnya lebar tumbuhnya agak tegak. Ada pula jenis kencur yang hanya dimanfaatan daunnya saja, yaitu untuk dimakan sebagai lalapan. Kencur bisa dipungut hasilnya dengan usia sekita 6-7 bulan setelah ditanam. Jika umur tanamannya mencapai lebih dari satu tahun, umbinya dapat mencapai sebesar ibu jari kaki. Umbi kencur dapat kita ambil sebagian dengan memotongnya dan membiarkan bagian batangnya tetap hidup dan kelak akan tumbuh akar rimpang kembali.

Kegunaan Kencur :
Kencur mempunyai umbi yang baunya sangat khas, rasanya pedas dan apabila kita makan membuat rasa hangat di badan. Walaupun begitu rasanya agak pahit dan lama kelamaan akan menimbulkan rasa tebal pada lidah jika kita memakannya. Umbi kencur mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang rasanya pedas, namanya galanggol. Selain itu juga mengandung berbagai persenyawaan seperti cineol, asam methyl dan sebagainya. Obat-obatan tradisional cukup banyak jenisnya yang menggunakan kencur sebagai bahan baku. Misalnya dengan mengunyah beberapa butir kencur untuk mengobati sakit gusi. Adapula yang menggunakannya sebagai obat gosok untuk mengurangi rasa pegal linu atau rheumatic, masuk angin pun dapat diobati dengan cara mengunyah kencur dan garam. Diantara segala jenis obat tradisional, beras kencur adalah paling populer.

Cara membuatnya tidak sukar, Pertama-tama beras di rendam air, kemudian bersama kencur dan sedikit garam digerus sampai halus, lalu disaring. Air saringan itulah yang dinamakan beras kencur, rasanya pedas dan bila kita minum membuat perut terasa hangat. Kini beras kencur sudah banyak diproduksi di pabrik-pabrik besar dan di jual dalam kemasan botol khusus. Penyakit lain yang biasa diobati dengan ramuan kencur misalnya batuk, nyeri perut, muntah-muntah, panas dalam dan lain-lain.

Post Author: Rumah Herbal Kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.