Jahe

Jahe sebagai tanaman berkhasiat obat sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat kita, bahkan sejak berabad-abad yang lalu sampai sekarang pun jahe masih tetap populer sebagai bahan ramuan herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jahe dengan nama latin (Zingiber Officinale) adalah tumbuhan berbatang semu atau berbatang basah yang menghasilkan umbi atau akar rimpang. Beabad-abad silam tanaman ini sudah dikenal oleh rakyat pedalaman di India sebagai tumbuhan berkhasiat obat. Kemudian tanamannya meluas sampai ke berbagai Negara di Asia, termasuk negeri kita. Di Indonesia tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 1.600 meter diatas permukaan laut. Kita mengenal dua jenis jahe, yaitu yang warna umbi dagingnya putih, agak besar biasanya disebut jahe badak. Jahe berumbi merah lebih kecil dan biasa dinamakan sunti. Seperti tanaman berumbi lainnya, untuk pertumbuhan jahe memerlukan tanah yang gembur dan subur serta sinar matahari cukup. Di Jawa Timur orang mengenalnya dengan nama jae, di Jawa Barat disebut jahe. Di Sumatera orang menyebut Halia dan di Kalimantan dinamakan lai. Tanaman ini mempunyai daun berbentuk lidah, bulat panjang, perbungaannya berbentuk malai yang tersembul dari tanah berbentuk tongkat atau bulat telur. Tumbuhan tersebut banyak ditanam orang sebagai tanaman tumpangsari bersama-sama tanaman lainnya, di pekarangan atau diperkebunan. Untuk menanam jahe bibit yang dipakai adalah akar rimpang yang mengandung 3-4 mata tunas dan berasal dari rimpang yang umurnya sekitar 10 bulan. Jika dengan pemeliharaan yang baik jahe sudah mulai bisa di ambil hasil rimpangnya pada umur 5-6 bulan. Rimpangnya dapat sekaligus diambil dengan mencabut tanarannya atau secara berangsur-angsur. Salah satu ciri khas umbi jahe adalah rasanya yang pedas. Rimpang tanaman ini banyak mengandung atsiri atau minyak terbang yang berbau khas pula. Minyak terbangnya terdiri dari berbagai jenis persenyawaan seperti zingiberin, kamper, felandren, sineol, borneol dan sebagainya. Zat-zat itulah yang mempunyai khasiat obat. Banyak obat obatan tradisional yang menggunakan jahe sebagai bahannya. Yang terpopuler adalah sebagai obat atau bobok untuk mengobati sakit pegal linu (rhematik) yang menyerang persendian kaki maupun tangan dan anggota badan lainnya. Untuk mengobati rhematik, biasanya jahe diparut, adakalanya dicampur minyak kayu putih sedikit. Parutan jahe tersebut kemudian digosokan atau dibuat bobok pada bagian badan yang terasa sakit atau linu. Jahe juga sering digunakan untuk mengobati perut kembung karena masuk angin, sekaligus sebagai penghangat badan. Untuk itu biasanya dibuat wedang jahe dan diminum saat masih hangat. Minuman yang terenal dengan nama wedang jahe ini dibuat dengan menyeduh air panas dengan irisan jahe yang dibubuhi gula merah secukupnya. Obat-obat penyakit di dalam dan luar negeri juga membutuhkan jahe sebagai bahan baku. Di pabrik modern jahe diolah dan dijadikan ekstrak diambil sarinya dan kemudian ditambahkan dengan bahan obat lain untuk membuat obat-obat tertentu. Ekspor dari dalam negeri kebanyakan ditujukan untuk memenui kebutuhan di berbagai negeri di Eropa, jepang dan mancanegara.

Post Author: Rumah Herbal Kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.