CARA MENCEGAH DAN PENGOBATAN ALERGI TELUR

Published on 24 November 2020 12:00 AM
This post thumbnail

Alergi telur putih yaitu reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein telur, reaksi alergi tersebut dapat ringan sampai berat, bahkan mengamcam nyawa (anafillasis).

Beberapa gejala yang di sebabkan oleh alergi telur adalah:

  1. batuk
  2. sakit dada
  3. diare
  4. sakit perut
  5. kram perut
  6. mual dan muntah
  7. gatal
  8. ruam kemerahan pada kulit
  9. hidung tersumbat atau pilek dan bersin

Pada gejala alergi yang berat (anafilaksis)

  1. denyut nadi cepat
  2. bengkak pada tenggorokan
  3. tekanan darah menurun drastis
  4. pusing
  5. kehilangan kesadaran atau pingsan

Faktor Risiko Alergi Telur

  1. Penderita dermatitis atopik atau peradagan kulit akibat alergi
  2. Riwayat keluarga dengan orangtua yang memiliki riwayat penyakit alergi, meliput eksim,hay fever,rhintis,atau asma.
  3. Riwayat keluarga dengan orangtua yang juga alergi terhadap protein telur
  4. Usia. Bayu dan anak-anak lebih rentan mengalami alergi telur,karena cerna belum matang dan sempurna.

Pengobatan Alergi Telur

Pengobatan alergi telur diantaranya bisa dengan:

  1. Sari cuka apel memiliki sifat anti-histamin,sehingga bermanfaat untuk mengurangi gejala alergi.
  2. Lemon bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.efeknya anda tidak akan mengalami alergi makanan.
  3. Teh hijau bermanfaat untuk memperbaiki alergi makanan.Minum ini mengandung sifat anti-oksidan, anti-inflasi dan antihistamin.

Pencegahan Alergi telur

  1. Diskusikan dengan dokkter setiap kali anak akan vaksin,karena pada beberapa vaksin (influenza,campak,gondong,rubella,dan demam kuning) mengandung protein telur, sehingga dapat memicu gejala alergi.
  2. Beritahu keluarga atau pengasuh anak bahwa anak mengidap alergi telurdan jelaskan apa yang harus dilakukan saat gejala alergi timbul.
  3. Gunakan gelang atau kalung khusus bagi pengidap alergi saat bepergian ke luar rumah.
  4. Ganti telur dengan bahan pengganti lainnya yang umum digunakan untuk mengolah makanan
  5. Pada ibu menyusui yang bayinya mengidap alergi telur, hindari mengonsumsi telur karena dapat masuk ke dalam asi yang akan diminum oleh bayi
  6. Teliti membaca label keterangan pada kemasan makanan. Pada beberapa kasus,jumlah kandungan telur yang sedikit juga dapat memicu gejala alergi.
  7. Teliti akan setiap kandungan makanan ketika akan makanan ketika akan makan di luar rumah. Tanyakan pada pramusaji atau juru masak mengenai kandungan telur pada menu yang akan disantap.